Pembagian Musim Tanam Padi

Hampir setiap negara menggunakan kalender tanam untuk memberikan informasi kepada petani dalam menentukan waktu tanam dan panen. Kalender tanam umumnya disusun dalam bentuk tabel dengan beberapa jenis tanaman dan informasi tanam, fase pertumbuhan tanaman, dan waktu panen.

Informasi kalender tanam juga Kriteria awal musim tanam disediakan oleh berbagai lembaga seperti Badan Pangan Dunia (FAO), United State Department of Agriculture (USDA), The Agricultural Market Information System (AMIS), dan beberapa lembaga lainnya. Informasi yang diberikan beragam berdasarkan wilayah, komoditas, dan resolusinya. USDA menyediakan informasi kalender tanam untuk berbagai negara (USDA-Foreign Agriculture Service/FAS) dan seluruh negara bagian di Amerika Serikat (USDA-National Agriculture Statistic Service/ NASS) (USDA-FAS 2016). India Meteorology Department -Agricultural Meteorology Division menyusun kalender tanam resolusi tinggi untuk tingkat kabupaten di India (IMD-AGRIMET 2016). Berbagai lembaga internasional dan lokal juga membangun model kalender tanam untuk berbagai jenis komoditas di beberapa negara. FAO menyediakan kalender tanam bagi lebih dari 130 jenis tanaman pada 283 zona agro-ekologi di 44 negara di Afrika (http://www.fao.org/agriculture/seed/crop calendar/welcome.do).

FAO juga mengembangkan kalender tanam skala nasional untuk berbagai negara dan jenis tanaman pada lahan irigasi dengan menggunakan program AQUASTAT (http://www.fao.org/nr/water/ aquastat/water_use_agr/index2.stm).

Kalender tanam ini dibangun menggunakan data luas panen berbagai jenis tanaman pada lahan irigasi. Data tersebut dikonversi menjadi kalender tanam irigasi yang memuat informasi indeks pertanaman (IP) bulanan. IP merupakan rasio antara luas panen pada lahan irigasi dengan luas lahan irigasi. Negara yang tergabung dalam G-20 membangun AMIS untuk memperkuat kerja sama dan dialog di antara negara pengekspor dan pengimpor pangan. AMIS mengeluarkan kalender tanam untuk mendorong transparansi pemasaran dan mengoordinasikan kebijakan yang terkait dengan ketidakpastian pasar, terutama untuk komoditas gandum, padi, jagung, dan kedelai. Dengan kalender tanam dapat diketahui waktu panen komoditas pangan di berbagai negara sehingga distribusi stok pangan dapat diketahui. USDA juga menyusun kalender tanam untuk berbagai negara, termasuk Indonesia dan setiap negara bagian di Amerika Serikat. Kalender tanam ini memuat informasi tentang waktu tanam, periode tanam, dan waktu panen untuk berbagai komoditas.

Related Article  Pengembangan Food Estate Jadi Prioritas

Contoh kalender tanam untuk berbagai negara, yang memberikan informasi tentang komoditas tanaman serealia dan biji-bijian seperti gandum, barley, jagung, dan padi dapat diakses melalui http://fas.usda.gov/pecad/pecad.html. Kalender Tanam di Indonesia Salah satu upaya adaptasi yang paling jitu dalam menghadapi dampak perubahan iklim seperti kondisi iklim yang tidak menentu dan pergeseran musim adalah melakukan penetapan pola tanam dan kalender tanam dengan mempertimbangkan kondisi iklim. Oleh karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian menyusun atlas kalender tanam yang didasarkan pada prakiraan musim dan aktivitas petani. Atlas kalender tanam terpadu disusun sesederhana mungkin agar mudah dipahami oleh penyuluh, petugas dinas pertanian, kelompok tani, dan petani dalam mengatur waktu dan pola tanam sesuai dengan dinamika iklim. Atlas kalender tanam merupakan panduan yang memuat informasi estimasi awal waktu tanam, potensi luas tanam, rotasi tanaman, dan intensitas tanam masing-masing kecamatan untuk setiap musim selama satu tahun.

Musim tanam adalah pedoman waktu tertentu yang dijadikan sebagai tahap permulaan menanam. Musim tanam ini memiliki peran yang memungkinkan pelaku di sektor pertanian mendapatkan arah budi daya tanaman, khususnya tanaman pangan.

Terkait dengan kegiatan budidaya tanaman padi, terdapat dua aspek penting yang perlu dipahami agar proses penanamannya dapat berhasil, yaitu:

  • Hubungan antara jadwal waktu penanaman dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi.
  • Hubungan antara siklus perubahan cuaca dengan dinamika perkembangan hama dan penyakit tanaman padi.

Pembagian Musim Tanam Padi

Simak 3 pembagian musim tanam padi yang merujuk pada situs litbang.pertanian.go.id berikut ini.

padi dibagi menjadi tiga, yaitu musim tanam utama, gadu, dan kemarau.

1. Musim Tanam Utama

Musim penanaman padi ini dilaksanakan pada saat musim penghujan, baik di tanah basah (tanah yang pengairannya bagus) dan tanah kering (tadah hujan). Musim tanam utama terjadi pada bulan November, Desember, Januari, Februari dan Maret.

Related Article  Kekeringan Melanda, Berikut Upaya Penanggulangannya

2. Musim Tanam Gadu

Pelaksanaan musim tanam ini tidak mendapatkan pengairan, tetapi mengandalkan air hujan atau tadah hujan. Musim tanam gadu terjadi pada bulan April, Mei, Juni, Juli.

3. Musim Tanam Kemarau

Musim tanam ini tetap bisa dilaksanakan, dengan catatan sistem pengairan atau irigasinya harus lancar. Musim tanam kemarau terjadi pada bulan Agustus, September, dan Oktober. Musim tanam utama menghasilkan panen raya (panen besar), musim tanam gadu menghasilkan panen gadu, sedangkan musim tanam kemarau menghasilkan panen kecil. Beras tersedia dalam jumlah paling banyak pada satu bulan setelah periode panen raya (Februari s/d Juni), yang berarti puncak stok beras terjadi pada bulan Maret s/d Juli.

Pada periode panen raya tersebut fungsi penjemuran, penggilingan, penggudangan dan distribusi, serta kegiatan penyediaan stok beras terjadi paling sibuk. Pengisian stok beras oleh Bulog semestinya terjadi pada Maret s/d Juli dan akan mencapai jumlah stok maksimal pada bulan Agustus. Stok beras ini akan terpakai nanti pada bulan Nopember, Desember, Januari, yaitu pada saat panen kecil.

Manfaat Memahami Musim Tanam Padi

Ada beberapa manfaat pentingnya menggunakan musim tanam padi sebagai pedoman, yaitu:

  • Mengurangi risiko gangguan hama dan penyakit tanaman, sehingga secara tidak langsung dapat menekan penggunaan pestisida.
  • Mengurangi risiko gagal panen atau puso, akibat kekurangan air, kebanjiran, roboh terkena angin, dan lain sebagainya.
  • Produksi atau hasil panen diharapkan bisa maksimal, apabila ditanam pada waktu yang tepat. Sebab, keberhasilan budidaya tanaman sangat dipengaruhi kondisi lingkungan.

Memang, iklim dan cuaca telah banyak mengalami perubahan. Namun, perubahan yang terjadi juga tetap memiliki pola dan kecenderungan yang tetap bisa diamati.