Impor Beras atau Tidak? Ini Pertimbangan Kementan

Kementan saat ini masih cukup yakin stok dan prediksi panen masih mencukupi kebutuhan dalam negeri. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian masih belum memutuskan kebijakan impor beras. Kementan yakin, stok dan prediksi panen masih mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Hanya saja, menurut Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, kebijakan jadi tidaknya impor beras tidak hanya memperhitungkan ketersediaan stok. Dia menyebut, harga, masa tanam dan panen juga menjadi pengaruh apakah kebijakan impor beras akan diambil. Kalau dilihat dari sisi produksi cukup seharusnya. Tapi, karena ada pergerakan harga, ini akan memengaruhi keputusan impor atau tidak.

Kementan masih akan meminta restu dari Komisi IV DPR perihal impor beras ini. Harvick menyebut, pemerintah masih akan berkoordinasi dengan semua pihak perihal ketersediaan beras. Kementan juga bicara soal tata niaga beras dengan Bulog. Harapan besar tentunya semua ketersediaan cukup untuk Ramadhan dan Lebaran tahun ini

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan opsi impor beras belum akan dieksekusi sampai semua gabah dalam negeri terserap. Pemerintah bakal membuka kembali keran impor bila cadangan beras pemerintah (CBP) tetap minim dan tak bisa dipenuhi produksi dalam negeri. Namun, Badan Pangan Nasional (NFA) menegaskan, pemerintah akan memantau perkembangan produksi dalam negeri pada puncak panen raya Maret-Mei sebelum impor diputuskan. Saat ini fokus untuk mengutamakan produksi dalam negeri.

Sejauh ini, tercatat total cadangan beras Perum Bulog hanya 280 ribu ton terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) dan beras komersial. Dengan stok yang minim itu, Bulog telah ditugaskan untuk menyalurkan bantuan sosial kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan dengan perkiraan kebutuhan total 640 ribu ton.

Seperti diketahui, Badan Pangan Nasional telah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor dua juta ton beras hingga akhir tahun ini. Tahap pertama, Bulog diminta segera mendatangkan sebanyak 500 ribu ton. Impor beras ini dilakukan untuk menambah cadangan beras pemerintah (CBP).

Related Article  DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementan Sebesar Rp 5,83 Triliun

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi mengatakan, pemerintah akan menempuh berbagai cara demi mengamankan pasokan beras di dalam negeri. Pemerintah akan melakukan apapun untuk 270 juta masyarakat yang itu harus makan. Badan Pangan tentunya menyampaikan kondisi riil di lapangan.