Indonesia Pimpin ASEAN Rumuskan Strategi Eliminasi Rabies di Asia Tenggara

Dalam rangka eliminasi Rabies di Kawasan Regional Asia Tenggara, Indonesia baru-baru ini telah memimpin negara-negara ASEAN untuk merumuskan strategi regional eliminasi Rabies ASEAN.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin melalui siaran Persnya di kantor pusat Kementerian Pertanian di Jakarta hari ini Senin (08/05)

Pada kesempatan tersebut, Nuryani menyampaikan, Indonesia bersama dengan seluruh negara anggota ASEAN telah selesai membahas Strategi Eliminasi Rabies ASEAN dalam pertemuan ASEAN Rabies Consultation Meeting, Revision of the ASEAN Rabies Elimination Strategy (ARES) yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Mei 2023 di Bali.

ASEAN Rabies Elimination Strategy (ARES) disusun sebagai pedoman dalam pengendalian Rabies di regional dan menjadi acuan dalam penyusunan strategi yang sama di tingkat nasional negara anggota ASEAN. Dalam pertemuan ini, Indonesia dan Vietnam bersama-sama memimpin inisiatif ini di tingkat regional.

Lebih lanjut, revisi ARES sangatlah penting, tidak hanya untuk memberikan panduan yang jelas tentang program pengendalian Rabies, tetapi juga untuk memperbarui strategi dan tujuan agar sejalan dengan target global eliminasi rabies pada tahun 2030.

Saat ini penyakit Rabies merupakan masalah kesehatan bersama dan menjadi penyakit prioritas di negara-negara ASEAN, khususnya di 8 Negara yang tertular. Saat ini hanya Singapura dan Brunei Darussalam yang masih bisa mempertahankan status bebas Rabies.

Menyadari pentingnya pembebasan rabies, Nuryani pun menjelaskan, pada pertemuan regional ini, Indonesia menyampaikan pentingnya pendekatan One Health. ‚ÄúDengan kerja sama, koordinasi dan kolaborasi yang kuat antar sektor kesehatan hewan, Kesehatan manusia dan lingkungan hidup di tingkat nasional, regional dan juga global, kita harapkan dunia bisa terbebas dari Rabies,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Perwakilan WOAH untuk Asia Tenggara, Ronello Abila menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam pemutakhiran ARES. Ia berharap dokumen yang dihasilkan pada pertemuan di Bali ini kedepan agar disahkan oleh Menteri Pertanian dan Menteri Kesehatan semua negara ASEAN pada tahun ini.

Related Article  KLHK Dorong Perumusan Penanganan Sampah Plastik Laut di ASEAN

“ARES diharapkan menjadi pedoman bagi semua negara ASEAN dalam pengendalian dan penanggulangan Rabies, sehingga target bersama eliminasi rabies pada manusia yang bersumber dari anjing pada tahun 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pertemuan ASEAN Rabies Consultation Meeting, Revision of the ASEAN Rabies Elimination Strategy (ARES) ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), Sekretariat ASEAN, Kelompok Kerja Sektoral ASEAN untuk Peternakan (ASWGL), ASEAN Health Cluster 2 serta The Nosal Institute, Australia.

Sumber :

https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/1657-indonesia-pimpin-asean-rumuskan-strategi-eliminasi-rabies-di-asia-tenggara