Kementan Investigasi Jalur Masuk Flu Babi Afrika di Batam

Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan babi hidup di Pulau Bulan awalnya telah dinyatakan bebas virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika. Untuk itu, Kementan tengah melakukan investigasi dari mana virus babi tersebut bisa masuk ke Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Barantan, Wisnu Wasisa Putra menjelaskan, sebenarnya virus ASF telah masuk di Indonesia sejak 2019 di Medan dan penyebarannya hanya di lokasi yang sama. Sementara di Pulau Bulan, secara berkala dilakukan pengujian hingga ditetapkan bebas ASF. Virus ASF terdeteksi 3 kali pada Februari 2023 di Singapura pada babi liar. Frekuensi ada tiga kali.

Sampai saat ini, Kementan telah memberikan obat antibodi pada babi-babi sehat di Batam agar tidak terjangkit flu babi Afrika. Karena belum menyebar ke berbagai wilayah, Wisnu menegaskan, virus ini belum dinyatakan sebagai wabah.

Selain memberikan obat antibodi kepada babi yang sehat, Kementan juga melakukan pengujian bebas ASF secara berkala. Adapun persyaratan khusus bebas ASF pada babi di antaranya keamanan lingkungan, pengujian tes pada babinya. Sebagai informasi, Singapura menghentikan importasi babi hidup dari Pulau Bulan, Batam. Hal itu dilakukan sejak Badan Pangan Singapura (SFA) menemukan babi dari Pulau Bulan positif terinfeksi demam babi Afrika atau African Swine Fever/ASF.

Penghentian itu bermula sejak 20 April 2023 lalu, di mana Badan Pangan Singapura (SFA) menemukan babi mati terinfeksi demam babi afrika. SFA mengungkap bangkai babi tersebut terkontaminasi dari babi hidup dari Pulau Bulan, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Oleh sebab itu, SFA memutuskan untuk menghentikan importasi babi dari Pulau Bulan mulai 23 April dan seterusnya. Bersamaan dengan itu, pihak SFA masih terus melakukan investigasi atas merebaknya flu babi afrika tersebut.

Related Article  Mengenal Karakteristik Sapi Limosin

Mengutip dari laman Kementerian Pertanian, African Swine Fever (ASF) adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 % sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Virus ASF sangat tahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.