Food Estate Masuki Fase Baru

Kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulau Pisang, Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis, 8 Oktober 2020 lalu mempertegas komitmen besar pemerontah dalam pengembangan lumbung pangan nasional yakni, food estate. Program food estate kini menjadi andalan pemerintah dalam rangka melahirkan gagasan baru terkait pangan dalam rangka upaya mengatasi dampak dari pandemi covid-19. Food Estate Masuki Fase Baru

Food estate kini sudah memasuki fase penanaman, khususnya penanaman padi. Food estate menerapkan teknologi dari semua aspeknya mulai dari persiapan lahan sampai pasca panen. Proses mekanisasi yang diterapkan merupakan salah sattu upaya pemerintah untuk mengedukasi petani sehingga dapat mengoptimalkan potensi lahan. Mekanisasi pertanian juga dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi pertanian.

Pengembangan food esatate di Kabupaten Pulau Pisang dan Kabupaten Kapuas menerapkan aspek teknologi yang dikenal dengan nama RAISA (Rawa Intensif, Super, dan Aktual). RAISA sendiri adalah suatu jenis pemodelan pertanian dalam rangka mengoptimalkan laha rawa secara intensif guna meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

RAISA sendiri adalah sebuah konsep terintegrasi dimana semua aspek pertanian secara modern diterapkan. Mulai dari varietas bibit, pengendaloan OPT, irigasi, serta pemupukan.  Saat ini juga food estate tidak hanya difokuskan pada budidaya padi secara menyeluruh, namun juga mencakup aspek pertanian secara luas, yakni komoditi hortikultura, pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan juga dikembangkan,.

Hal tersebut dimaksudkan agar tercipta siklus bisnis yang terintegrasi bagi para petani, khususnya fase saat menunggu panen. Tidak selamanya bergantung pada satu komoditi, apalagi yang sifatnya musiman. Konsep tersebut juga sejalan dengan oertanian terintegrasi. Kedepan diharapkan tercipta model bisnis baru yang lebih ramah terhadap petani, meski harus diakui juga, bahwa saat ini model usaha tani masih juga dalam tahapan pengembangan. Model korporasi petani diyakini dapat terbentuk seiring dengan penguatan kerjasama dengan semua sektor yang berperan didalamnya.

Related Article  Tangani Corona Dengan Cara Tradisional

Saat ini, food estate di Kabuppaten Pulau Pisang telah digarap seluas 30.000 hektar. Yang mana lahan tersebut adalah lahan intensifikasi menggunakan irigasi primer dan tersier. Untuk menopang lahan dengan luas demikian, Kementan menggunakan mekanisasi sepenuhnya. Kementan telah mengerahkan 1232 unit traktor dan transplenter. Begitupula penggunaan teknologi drone untuk penaburan benih. Untuk saprodi, Kementan menyiapkan dolomit 1 ton per hektar,. Pupuk hayati 4 L perhektare, herbisid 4 L per ha dan NPK 200 kg per hektare. Semua itu merupakan langkah pemerintah dalam upaya mekanisasi pertanian.

Kesemiuanya akan menjadi contoh tersendiri dalam proses pengembangan pertanian, sekaligus merubah mindset masyarakat untuk bertani secara modern dan terintegrasi. Food Estate Masuki Fase Baru

Referensi :

Kementerian Pertanian (FOTO)

Bagikan Artikel Ini

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *