Stok Beras Aman hingga Akhir 2022

Berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 1,25 juta ton hingga di tahun 2022. Sejalan dengan data tersebut, Kementerian Pertanian pun memastikan bahwa stok beras aman hingga akhir tahun ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan luas panen padi pada 2022 sebesar 10,61 juta hektare, mengalami peningkatan sebanyak 194,71 ribu hektare atau 1,87% dibandingkan luas panen padi di 2021 yang sebesar 10,41 juta hektare.

Berdasarkan metode Kerangka Sample Area (KSA) yang digunakan oleh BPS, produksi padi tahun ini diperkirakan mencapai 55,67 juta ton GKG. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,25 juta ton GKG atau 2,3% dibandingkan produksi padi di 2021 yang sekitar 54,42 juta ton GKG.

Produksi beras pada 2022 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sekitar 32,07 juta ton, mengalami peningkatan sebanyak 718,03 ribu ton atau 2,29% dibandingkan produksi beras di 2021 yang sebesar 31,36 juta ton.

Adapun puncak panen padi pada Maret 2022 relatif lebih rendah atau turun sekitar 26,04 ribu hektare (1,46%) dibandingkan Maret 2021. Realisasi panen padi sepanjang Januari−September 2022 sebesar 8,69 juta hektare, atau mengalami penurunan sekitar 75,43 ribu hektare (0,86%) dibandingkan Januari− September 2021 yang mencapai 8,77 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen padi pada Oktober−Desember 2022 diperkirakan sekitar 1,91 juta hektare. Adapun total luas panen padi pada 2022 diperkirakan sebesar 10,61 juta hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 194,71 ribu hektare (1,87%) dibandingkan luas panen padi pada 2021 yang sebesar 10,41 juta hektare.

Produksi padi di Indonesia sepanjang Januari−September 2022 diperkirakan sebesar 45,43 juta ton GKG, atau mengalami penurunan sekitar 85,47 ribu ton GKG (0,19%) dibandingkan Januari−September 2021 yang sebesar 45,52 juta ton GKG.  Sementara itu, berdasarkan amatan fase tumbuh padi hasil Survei KSA September 2022, potensi produksi padi sepanjang Oktober−Desember 2022 ialah sebesar 10,24 juta ton GKG. Dengan demikian, total produksi padi pada 2022 diperkirakan sebesar 55,67 juta ton GKG, atau mengalami kenaikan sebanyak 1,25 juta ton GKG (2,31%) dibandingkan 2021 yang sebesar 54,42 juta ton GKG. 

Related Article  Fenomena Harga Pangan Jelang Lebaran

Angka produksi padi tertinggi pada 2021 dan 2022 terjadi pada Maret. Sementara produksi padi terendah pada 2022 terjadi pada Januari dan produksi padi terendah pada 2021 terjadi pada bulan Desember.  Produksi padi pada Maret 2022 yaitu sebesar 9,54 juta ton GKG, sedangkan produksi padi pada Januari 2022 sebesar 2,46 juta ton GKG. Ada tiga provinsi dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2022 adalah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sementara itu, tiga provinsi dengan produksi padi terendah yaitu Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Papua Barat. Peningkatan produksi padi yang cukup besar pada 2022 terjadi di beberapa wilayah sentra produksi padi seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. 

Previous post Pendekatan Pasar, Kunci Pengembangan Usaha Hutan Berbasis Masyarakat
Next post Strategi KKP Tingkatkan Produksi Rumput Laut