Food Estate Mulai Berjalan Bulan Ini

Saat ini program andalan pemerintah yakni food estate mulai berjalan. Kementerian Pertanian dalam hal ini sebagai salah satu otoritas kini mulai menyalurkan alat mesin pertanian (alsintan) dan menyalurkan benih untuk penanaman food estate yang terletak di Kalimantan Tengah pada bulan ini. Penyaluran alsintan dan benih pun dilakukan secara bertahap mulai dari Kabupaten Pulang Pisau ke Kabupaten Kapuas. Food Estate Mulai Berjalan Bulan Ini

Untuk di Kabupaten Pulau Pisang sendiri pengelolaan lahan sudah berkisar 20 persen dari 10 ribu ha target kelola lahan pada 2020. Dari jumlah itu, sekitar 1.474 ha sudah selesai olah tanah dan sepenuhnya bisa digunakan untuk salur benih. Lahan itu tersebar di lima kecamatan di kabupaten tersebut. 

Adapun target lahan kelola akan bertambah sebanyak 4.621 ha pada Oktober dan 3.458 ha pada November 2020. Sementara untuk penyaluran alsintan sendiri, sudah disalurkan traktor roda dua sebanyak 234 unit dengan rincian eksisting sebanyak 84 unit dan tambahan baru 150 unit. Kemudian, traktor roda empat sebanyak 111 unit dengan rincian eksisting sebanyak 30 unit dan tambahan baru 81 unit. Lalu, Kementan juga sudah menyelesaikan pembuatan surjan sebanyak 80 ha dari total 1.921 ha. 

Untuk penanaman di Kabupaten Kapuas, rencananya dilakukan mulai Oktober 2020 sebanyak 9.541 ha dan 10.459 ha pada November 2020. Sementara, alsintan yang sudah disediakan, yakni traktor roda dua sebanyak 680 unit dengan rincian eksisting sebanyak 530 unit dan tambahan baru 150 unit.  Lalu, traktor roda empat sebanyak 161 unit dengan eksisting 14 unit dan tambahan baru 147 unit. Sementara, pembuatan surjan ditargetkan 200 ha.

Sementara itu, dari sisi yang lain pihak Kementerian PUPR juga akan segera menggelontorkan anggaran Rp6,47 triliun untuk program food estate pada 2021 mendatang. Anggaran tersebut akan difokuskan pada peningkatan dan rehabilitasi irigasi seluas 32 ribu hektare (Ha). Ini terdiri dari 30 ribu Ha di kawasan dengan kondisi sawah dan irigasi baik, serta 2.000 ha di Kecamatan Dadahup. Sementara, untuk irigasi lahan penanaman padi, direncanakan pada akhir 2021 di lahan seluas 165 ribu Ha. Proyek ditargetkan selesai dikerjakan seluruhnya tahun depan. Untuk tahun 2020, peningkatan irigasi ditargetkan 32 ribu Ha, dan sisanya akan dilanjutkan tahun 2021.

Related Article  Genjot Produksi Padi Dengan IP 400

Adapun untuk pengembangan komoditi, masing-masing kementerian akan memprioritaskan satu tanaman sebagai leading sector. Kementerian Pertanian akan menjadikan tanaman padi sebagia leading sector yang akan dikerjakan di lahan aluvial seluas 165 ribu Ha pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG). Sementara, untuk tanaman singkong dengan leading sektor Kementerian Pertahanan dikerjakan di lahan seluas 60 ribu Ha. Sebagai tahap awal akan mulai dikerjakan peningkatan dan rehabilitasi irigasi seluas 32 ribu Ha tahun ini.Untuk meningkatkan rehabilitasi dan irigasi di 250 ribu Ha lahan di Kuala Kapuas dan Pulau Pisang saat ini disiapkan anggaran Rp 12,5 Triliun untuk pengembangan irigasi, irigasi tambak, dan jaringan irigasi tanah seluas 25 ribu Ha.

Untuk tahun 2021, salah satu fokus utama adalah program padat karya tunai sebagai jaring pengaman sosial. Hal ini bertujuan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional, terutama lewat pembangunan infrastruktur yang melibatkan langsung warga setempat. Alokasi anggaran untuk pagu 2021 dialokasikan sebesar Rp18,14 triliun untuk program PKT. Jumlah ini meningkat Rp 5,82 Triliun dari program PKT 2020. Food Estate Mulai Berjalan Bulan Ini

Referensi :

Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Percepatan Tanam Upaya Genjot Produksi Pangan
Next post Pentingnya Sistem Ketelusuran Jejak Kapal