Kilas Balik Potensi Perikanan Sulawesi Selatan

            Indonesia merupakan negara maritim. Negara yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan dimana luas daratannya lebih kecil daripada luas lautnya, bahkan Indonesia termasuk negara dengan laut terluas di dunia. Indonesia juga memiliki potensi sangat besar dalam bidang kelautan, terutama sektor perikanan laut dan produk perikanan. Saat ini, pembangunan di sektor perikanan menjadi perhatian utama bagi Pemerintah.
Perhatian tersebut diimplementasikan melalui dukungan kebijakan fiskal dan non fiskal yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama nelayan. Selain itu, kebijakan Pemerintah juga diarahkan untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungannya. Harapan dari dampak kebijakan yang telah dilakukan adalah kontribusi sektor perikanan semakin meningkat antara lain, penyediaan lapangan kerja, ekspor dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kilas Balik Potensi Perikanan Sulawesi Selatan

Fakta menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara maritim dan mempunyai pulai terbanyak (17.504 pulau) di dunia serta memiliki garis pantai sepanjang 104.000 km. Panjang garis pantai Indonesia terbesar kedua setelah Kanada. Berlimpahnya kekayaan laut yang terdapat di Indonesia diikuti dengan besarnya potensi sumberdaya dan jenis ikan seperti ikan pelagis besar dan kecil, ikan demersal, udang, lobster, cumi-cumi dan lainnya. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan 2011, potensi lestari sumberdaya ikan laut Indonesia sebesar 6,52 juta
ton.

            Salah satu provinsi yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan yang sangat melimpah adalah Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya rumput laut. Peneliti dari Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) di awal tahun ini mengunjungi desa pantai kecil Pitue, di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Rumput laut adalah industri yang sedang bertumbuh di Sulawesi Selatan. Menurut Deloitte, provinsi itu menyumbang 18 persen dari produksi rumput laut merah global dan menjadi mata pencaharian 40.000 rumah tangga. Namun, sebagian besar rumput laut merah tidak diproses atau dimurnikan di Sulawesi Selatan, tapi dikirim ke tempat lain sehingga membatasi peran Indonesia dalam rantai pasar global rumput laut dan membuat petani rumput laut menjadi miskin. Produksi tersebut sebagian besar untuk jenis Euchema spp. dan Gracilaria spp.

Selain rumput lain, perairan Sulawesi Selatan juga memiliki sumber perikanan yang melimpah. Hal tersebut menjadi faktor kenapa mayoritas masyarakat di Sulawesi Selatan berprofesi sebagai nelayan. Hasil laut dari Sulawesi banyak dikirim berbagai daerah di Indonesia sekaligus menyuplai kebutuhan nasional dan dikirim ke luar negeri. Untuk penangkapan ikan di sulawesi selatan Setiap harinya, nelayan-nelayan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bisa menangkap ikan sebanyak 11 ton.

Related Article  Ekspor Produk Perikanan Indonesia Melonjak di Tengah Pandemi

Nelayan menangkap ikan dengan memancing di perairan Sulawesi Selatan di Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bone, dan perairan Sulawesi Barat di Majene. Tangkapan nelayan yang melimpah saat ini jenis ikan tuna dan cakalang. Tangkapan ikan nelayan kemudian dibeli oleh perusahaan swasta dan perusahan milik negara dalam hal ini BUMN (Badan Usaha Milik Negara)   Kilas Balik Potensi Perikanan Sulawesi Selatan  

Penulis : Muh. Anas                                                    

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.