Panorama Wisata Hutan Pinus Bulu Tanah

Kabupaten Bone merupakan kabupaten terluas di Sulawesi Selatan tentunya menyimpan berbagai kekayaan baik itu kekayaan budaya maupun kekayaan alam dan tempat pariwisata. Salah satu tempat pariwisata akhir-akhir ini banyak diminati oleh wisatawan adalah Hutan Pinus Bulu Tanah yang terletak di Kecamatan Lappariaja Desa Mattappawalie Dusun Bulu Tanah dan Perbatasan langsung kecamatan Mallawa Kabupaten Maros.

Hutan Pinus Bulu Tanah merupakan tempat wisata yang menyediakan tempat perkemahan dengan pemandangan yang sangat indah. Saat berkemah dilokasi, wisatawan akan dikelilingi oleh pohon pinus tinggi menjulang disertai kabut dengan kesejukan yang memberikan kedamaian tersendiri. Pohon pinus yang berjejeran juga cocok sebagai tempat menggantung hammuk (ayunan) untuk menikmati panorama sekitar. Akses menuju perkampungan lokasi Hutan Pinus saat ini bisa diakses dengan mudah sebab jalanan sudah teraspal, perjalanan dari poros Lapri hingga lokasi dapat ditempuh sekitar 30 menit dimana selama perjalanan wisatawan disuguhkan hamparan sawah sehingga pengunjung lebih bersyukur akan kesuburan yang dimiliki bangsa ini.

Perjalanan perbukitan akan membuat pengunjung terkesima melihat pemandangan sekitar, bukit Pacongai adalah salah satu bukit yang ada diperkampungan tersebut untuk pengunjung mengabadikan kenangan bersama keluarga, teman ataupu bersama kekasih. Tahun 1960 saat Prof. Mahmud Syaltud rektor Universitas Al Azhar berkunjung ke Indonesia, beliau berkata “Indonesia adalah serpihan-serpihan surga yang diturunkan Tuhan ke bumi”. Pengunjung akan menyadari hal tersebut ketika berada di sekitar Hutan Pinus Bulu Tanah saat pagi hari saat melihat bukit terselimuti kabut, di bawahnya terdapat hamparan sawah menguning laksana emas permadani ketika burung-burung berkicau diranting pinus yang melambai-lambai diterpa angin pagi.

“Indonesia adalah serpihan-serpihan surga yang diturunkan Tuhan ke bumi”

— Prof. Mahmud Syaltud

Selain perbukitan dan hutan pinus, pengunjung juga dapat menikamti Air Terjun yang ada disekitar lokasi perkemahan. Air Terjun dapat ditempuh sekitar 1 jam dengan berjalan kaki dari perkampungan warga. Medan yang terjal akan memberikan tantangan tersendiri bagi para pengunjung, lelah pun akan terbayar sesampainya dilokasi Air Terjun tersebut dan tentu pula pengunjung dapat mengmebalikan tenaga dengan mandi dibawa air terjun sambil disinari sinar mentari dihutan. Wisata Hutan Pinus Bulu Tanah beserta semua keindahan yang ada disekitarnya memberi kesan tersendiri bagi pengunjung yang datang, kesan yang akan menjadi kenangan dalam perjalanan hidup yang akan ia ceritakan ke generasinya kelak.

Related Article  Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Penyakit Yang Belum Tersembuhkan

FOTO : (YUSRAN/TANILOGIC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Kilas Balik Potensi Perikanan Sulawesi Selatan
Next post Nasib Tanaman Ganja Di Indonesia