Berikut Cara Jitu Pengawetan Ikan

Sahabat tanilogic, perlu kalian ketahui bahwa Teknik penggaraman merupakan teknik yang sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh semua orang, Teknik yang menggunakan garam ini merupakan cara pengawetan paling murah, Hasil olahan yang dikombinasikan dengan cara pengeringan mempunyai daya tahan lama, sehingga dapat disimpan atau didistribusikan ke daerah yang jauh tanpa memerlukan perlakukan khusus dan Produk ikan asin harganya murah, sehingga dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Berikut Cara Jitu Pengawetan Ikan

Mekanisme pengawetan ikan melalui proses penggaraman yaitu Garam menyerap air dari dalam tubuh ikan melalui proses osmosa. Akibatnya kandungan air dalam tubuh ikan yang menjadi media hidup bakteri menjadi berkurang. Kekurangan air dilingkungan tempat bakteri hidup mengakibatkan proses metabolisme dalam tubuh bakteri menjadi terganggu. Dengan demikian proses kemunduran mutu ikan oleh bakteri dapat dihambat atau dihentikan. Selain menyerap kandungan air dari tubuh ikan, garam juga menyerap air dari dalam tubuh bakteri sehingga bakteri akan mengalami plasmolisis (pemisahan inti plasma) sehingga bakteri  akan mati.

Namun sahabat tanilogic teknik penggaraman ini juga memiliki kelemahan , dimana kelemahan itu terdapat dalam unsur selain NaCl pada garam yaitu, Garam yang mengandung Ca dan Mg lambat sekali menembus masuk ke dalam daging ikan, sehingga memungkinkan proses pembusukan tetap berjalan selama proses penggaraman. Selain itu produk ikan asin yang dihasilkan bersifat higroskopis, Garam yang mengandung 0,5 % – 1 % , CaSO4 menghasilkan produk yang kaku dan warnanya pucat (putih), Garam mengandung magnesium, sulfat dan klorida menyebabkan produk agak pahit, Garam yang mengandung besi dan tembaga menyebabkan warna coklat, kotor dan kuning dan Garam mengandung CaCl2 menyebabkan ikan asin berwarna putih, keras dan mudah pecah.

Related Article  Budidaya Udang Vaname (Persiapan Air)

Berikut Cara Jitu Pengawetan Ikan

Dalam teknik penggaraman ikan , ada tiga metode yang meliputi teknis penggaraman, dari mula penggaraman kering, yang dimana Penggaraman kering menggunakan larutan garam 30 – 35 % (dalam 1 liter air terdapat 30 – 35 gram garam). Ikan yang akan digarami dimasukkan kedalam larutan garam tersebut, kemudian bagian atas wadah ditutup dan diberi pemberat agar semua ikan terendam. Lama waktu perendaman tergantung pada ukuran ketebalan tubuh ikan dan derajat keasinan yang diinginkan. Dalam proses osmosa, kepekatan larutan garam akan semakin berkurang karena adanya kandungan air yang keluar dari tubuh ikan, sementara itu molekul garam masuk kedalam tubuh ikan. Proses osmosa akan berhenti apabila kepekatan larutan diluar dan didalam tubuh ikan sudah seimbang.

Selain metode penggaraman kering, ada pula penggaraman basah yang dimana Pada dasarnya, teknik penggaraman ini sama dengan pengaraman kering (dry salting) tetapi tidak mengunakan bak /wadah penyimpanan. Ikan dicampur dengan garam dan dibiarkan diatas lantai atau geladak kapal, larutan air yang terbentuk dibiarkan mengalir dan terbuang. Kelemahan dari cara ini adalah memerlukan jumlah garam yang lebih banyak dan proses penggaraman berlangsung sangat lambat.

Kemudian terakhir yaitu metode Penggaraman Campuran dimana Pada dasarnya, teknik penggaraman ini sama dengan pengaraman kering (dry salting) tetapi tidak mengunakan bak /wadah penyimpanan. Ikan dicampur dengan garam dan dibiarkan diatas lantai atau geladak kapal, larutan air yang terbentuk dibiarkan mengalir dan terbuang. Kelemahan dari cara ini adalah memerlukan jumlah garam yang lebih banyak dan proses penggaraman berlangsung sangat lambat.

Nah sahabat tanilogic, inilah artikel mengenai pengawetan ikan menggunakan garam, selamat mencoba.. Berikut Cara Jitu Pengawetan Ikan

Related Article  Strategi Pengembangan Indonesia sebagai Negara Maritim

Penulis : Jumriani Syam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Tipe-Tipe Pelabuhan Perikanan
Penyakit AHPND/EMS Pada Udang Vaname Next post Penyakit AHPND/EMS Pada Udang Vaname