KKP – ASEAN Perkuat Pengawasan Produk Pangan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama perwakilan negara-negara ASEAN berkolaborasi memperkuat pengawasan dan pengujian produk pangan. KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) belum lama ini berpartisipasi dalam Sidang ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) ke-21.

Forum ini memantapkan posisi isu keamanan pangan sebagai isu global, jadi perlu ada kolaborasi dengan negara-negara regional ASEAN untuk memperkuat pengawasan dan pengujian. Sidang AFTLC ke-21 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality of Prepared Foodstuff Product Working Grup (ACCSQ – PFPWG).

AFTLC dibentuk untuk memonitor dan mengkoordinasikan kegiatan pengujian mutu pangan di ASEAN serta dalam rangka peningkatan dan penyetaraan kemampuan pengujian pangan laboratorium-laboratorium di negara ASEAN lewat sarana kerjasama antar laboratorium pangan di negara anggota ASEAN.

Saat ini tiap negara terkadang memiliki ukuran sendiri dalam pengujian pangan. Karenanya, penting untuk menyamakan persepsi atau saling memahami regulasi dan ukuran masing-masing negara agar tidak terjadi penolakan produk yang diekspor. Sebagai informasi, sidang dihadiri oleh delegasi dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Sekretariat ASEAN. Turut hadir perwakilan dari Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB) Jerman dan International Life Sciences Institute Southeast Asia Region (ILSI-SEAR).

Kepala BUSKIPM, Dr. Ir. Woro Nur Endang Sariati, MP mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia (DELRI). Turut hadir perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, BSN dan BPOM sebagai anggota Delegasi RI.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan mendorong peningkatan ekspor produk kelautan dan perikanan. Karenanya, dia meminta jajarannya rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mulai dari hulu sampai hilir untuk memastikan produk yang dihasilkan terjamin mutu dan kualitasnya. Menurutnya, jaminan mutu ini penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia.

Related Article  Solusi Atasi Kemiskinan Nelayan Indonesia
Previous post Wabah PMK; Dari Vaksinasi Hingga Biosecurity
Next post Kementan Perkuat Pengendalian Rabies Jelang KTT G20