Pudarnya Local Wisdom Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

Air merupakan salah satu kebutuhan utama dan vital bagi manusia untuk bertahan hidup. Semua organ masyarakat berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan sumber air terbaik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kearifan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia sayangnya banyak yang telah mengalami pergeseran. Kebutuhan akan air terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk (dengan berbagai jenis kebutuhannya) dan kegiatan pembangunan yang kurang memperhatikan kelestarian sumber daya air dan lingkungan. Air saat ini telah menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius dikarenakan penurunan kapasitas dan kualitas sumber daya air di sebagian besar wilayah negeri ini. Local Wisdom Pengelolaan Sumber Daya Air

Tulisan ini mendiskusikan pergeseran nilai kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pembahasan difokuskan pada memudarnya kearifan lokal sebagai modal sosial dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat, dan sebagai bentuk perlindungan masyarakat terhadap sumber daya air. Peran kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan masyarakat dengan alam di sekitarnya menghadapi banyak tantangan. Kondisi ini berpengaruh terhadap eksistensi tatanan sosial masyarakat, utamanya dalam upaya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.


Kearifan lokal (local wisdom) merupakan modal sosial yang dibutuhkan masyarakat dan dikembangkan untuk menciptakan kondusifitas dan keseimbangan kehidupan sosial budaya masyarakat dan kaitannya dengan harmonisasi dengan kelestarian alam yang ada disekitar. Kearifan lokal mencakup seluruh dimensi sosial. Masyarakat sendiri memenuhi kebutuhan airnya dengan mengolah sumber daya yang ada disekitarnya secara bervariasi menurut tradisi yang telah ada sebelumnya.

Keberadaan kearifan lokal tersendiri telah mengalami banyak penurunan secara drastis. Dibeberapa tempat kearifan lokal justru hilang dari peredaran. Pergeseran tersebut menyebabkan tatanan sosial berubah drastis sesuai kesepakatan dari masyarakat terhadap apa yang menjadi praktek secara bersama dalam anggota masyarakat.

Related Article  Potensi Ketersediaan Lahan Guna Mendukung Ketahanan Pangan

Memudarnya kearifan lokal masyarakat berkaitan erat dengan bergesernya orientasi masyarakat terhadap nilaiair dan sumber daya alam, yaitu dari dimensi sosial ke dimensi ekonomi. Air yang semula dimanfaatkan secara ‘gratis’ tanpa adanya kompensasi, ternyata mempunyai nilai ekonomi dan nilai ini semakin tinggi dari waktu ke waktu. Komersialisasi terhadap air tumbuh dan berkembang seiring dengan semakin banyaknya volume air yang dibutuhkan masyarakat dan bervariasinya jenis kebutuhan terhadap sumber daya tersebut.

Kondisi ini terutama terjadi karena sumber daya air semakin terbatas dan sebaliknya kebutuhanakan air semakin tinggi. Selain itu, nilainya akan semakin tinggi dengan meningkatnya kegiatan pembangunan dan investasi di kawasan sumber air tersebut.
Memudarnya kearifan lokal berkaitan erat dengan menurunnya solidaritas dan kebersamaan dalam kegiatan gotong royong di masyarakat, rasa kepemilikan bersama masyarakat terhadap sumber daya alam di daerahnya, dan berkurangnya hubungan yang harmonis antara sesama anggota masyarakat, sumber daya air dan lingkungan di sekitarnya.

Tekanan penduduk terhadap air dan sumber daya alam mempunyai kontribusi yang besar, terutama peningkatan jumlah penduduk secara signifikan dan perilaku mereka yang merusak sumber daya dan lingkungan di sekitarnya. Kegiatan pembangunan dan modernisasi melalui proses globalisasi juga dijadikan alasan sebagai penyebab utama kerusakan sumber daya air. Penggunaan teknologi dan nilai-nilai baru terhadap sumber daya air telah berdampak signifikan terhadap terjadinya pergeseran perilaku dan budaya dalam pengelolaan sumber daya air tersebut.

Pengelolaan sumber daya air karena itu sangat diperlukan, namun saat ini pengelolaan lebih terfokus pada fungsi ekonomi, sedangkan fungsi sosial dan ekologi telah mengalami degradasi. Hal ini diindikasikan oleh lunturnya praktik pengelolaan air berbasis kearifan lokal yang menekankan pada aspek fungsi sosial dan ekologi dalam pengelolaan air. Modernisasi dan globalisasi merupakan tantangan besar terhadap keberlangsungan kearifan lokal di Indonesia. Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan karena itu harus berakar dari hubungan yang harmonis dan berfungsinya sumber daya air dalam aspek ekonomi, sosial dan ekologi.

Related Article  Dampak Lonjakan Limbah Medis Akibat Pandemi


Perlu kiranya disadari bahwa makin hari kearifan lokal ditiap daerah makin menurun utamanta berkaitan dengan pengelolaan air bersih. Salah satu penyebab yakni eksploitasi secara besar. Degradasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan tersendiri pada alam. Local Wisdom Pengelolaan Sumber Daya Air

Referensi
Jurnal Kependudukan Indonesia Vol.11 No.1 Juni 2016 | 39-48.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Potensi Ketersediaan Lahan Guna Mendukung Ketahanan Pangan
Next post Covid-19, Vaname, Ramadhan