Pencemaran Udara Bagi Pertanian & Manusia

Permasalahan lingkungan sekarang ini semakin beragam sehingga menjadi pusat perhatian bagi dunia termasuk Indonesia. Salah satu dari permasalahan lingkungan dihadapi Indonesia saat ini ialah pencemaran udara yang terus meningkat utamanya didaerah perkotaan. Polusi udara itu sendiri merupakan udara tercemar yang disebabkan oleh ada zat terbakar secara fisik, kimia dan biologis baik dari pembakaran secara langsung maupun pembakaran yang terjadi di atmosfer dimana pencemaran udara ini sangat berpengaruh bagi kesehatan manusia, ekosistem sumber daya alam serta mempengaruhi stabilitas ekonomi suatu negara. Pencemaran Udara Bagi Pertanian & Manusia


Faktor terjadinya pencemaran udara karena dampak pemakaian kendaraan transportasi, limbah industri, pembakaran hutan dan pembakaran zat yang dipergunakan untuk kepentingan manusia. Hasil pembakaran tersebut menjadi penyumbang polutan yang tercemar di udara, utama alat transportasi terkhusus kendaraan mobil dan motor yang kini menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya pencemaran udara di Indonesia.

Jumlah kendaraan kian meningkat memperbanyak jumlah polusi disekitar manusia sehingga menjadi konsumsi udara tidak sehat. Aktivitas manusia semakin hari semakin padat dan beragam menjadi alasan kenapa alat transportasi harus diadakan sebagai penunjang mempermudah sebagian besar aktivitas manusia namun justru hal itu akan menjadi tidak baik jika jumlah terus meningkat.

Pencemaran udara harusnya menjadi perhatian jika melihat dampak yang ditimbulkan bagi kehidupan manusia dimana pencemaran itu sendiri terjadi lebih banyak karena ulah manusia. Dampak yang ditimbulkan oleh pencemar bagi ekosistem utamanya dalam bidang pertanian juga berpengaruh sebab dalam pertanian khususnya budidaya tanaman membutuhkan kadar udara bersih untuk pertumbuhan yang baik.

Adanya polusi yang akut bisa menurunkan lahan hijau karena pencemaran udara dapat merubah aspek fisiologis tanaman sehingga proses fotosintesis terganggu bagi tumbuhan dan tanaman saat hal ini terjadi karena penyerapan udara kotor dapat menutup pori-pori daun kemudian mempengaruhi fotosintesis yang sedang berlangsung.

Akibatnya tanaman dan tumbuhan akan mengalami atau rentang penyakit seperti klorosis (daun menjadi kuning) , klorosis (matinya jaringan tanaman) flecking dengan adanya bintik-bintik bagi tanaman, reducep crop yield (penurunan hasil panen). Olehnya itu, aneka penyakit yang di timbulkan udara kotor bagi tanaman dapat menyebabkan kematian bagi tanaman. Hal ini bisa mengakibatkan kerugian besar bagi para petani tanpa bisa ditangani di tingkat bawah, ujungnya ekosistem pertanian akan sangat terganggu dengan pencemar udara yang terus meningkat.

Musim kemarau di tingkat pertanian bukan hanya soal kurang air bagi tanaman melainkan karena kemarau membuat udara stagnan, cuaca cerah, adanya lapisan inversi suhu atau kecepatan Angin yang rendah memungkinkan polusi udara tetap mengapung diudara mengakibatkan konsentrasi polutan semakin tinggi di suatu wilayah.

“WHO juga pernah menyatakan bahwa polusi udara merupakan salah satu bahaya mematikan bagi manusia”


Selain itu, pencemaran udara juga bagi kesehatan juga sangat membahayakan. WHO sebagai Badan Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, setidaknya seperempat dari seluruh kematian anak usia di bawah 5 tahun disebabkan oleh polusi udara yang buruk. WHO juga pernah menyatakan bahwa polusi udara merupakan salah satu bahaya mematikan bagi manusia, khususnya anak-anak. Anak-anak, pada dasarnya belum punya sistem kekebalan tubuh yang kuat. Selain itu, saluran napas yang pendek, memudahkan mereka untuk menerima dampak dari bahaya polusi udara itu sendiri.

Oksigen sebagai konsumsi utama manusia untuk hidup tentunya membutuhkan O2 yang bersih namun dengan adanya pencemaran udara bisa membuat semua udara yang masuk dalam tubuh saat berespirasi itu tercemar, udara tersebut akan masuk ke dalam paru-paru sehingga memicu timbulnya penyakit pneumonia dan asma. Selain itu senyawa karbon monoksida yang masuk dalam tubuh untuk proses aliran darah mengakibatkan adanya penyumbatan yang terjadi, dimana hal itu dapat mematikan sejumlah sistem syaraf dalam tubuh dan pada akhirnya sebagian fungsi dalam tubuh akan menghilang seperti kerusakan tulang.

Kabut polusi udara menyelimuti kawasan Jakarta, Sabtu (14/9/2019). M Risyal Hidayat /AntaraFoto


Kini kita berkaca ke Indonesia dalam mengatasi hal ini, regulasi dibeberapa kota mengenai skema alur tranportasi sudah diterapkan guna menekan jumlah polusi, misalnya di kota Jakarta diterapkan sistem ganjil genap bagi pengendara dan menganjurkan warganya untuk mendahulukan penggunaan kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi demi menekan jumlah kendaraan yang beroperasi. Pencemaran Udara Bagi Pertanian & Manusia

Namun hal yang menjadi tantangan atau permasalahan adalah sumbangan emisi dari pabrik industri yang ada di Indonesia terutama kota-kota besar. Emisi pabrik industri menyebabkan pembakaran ditingkat atmosfer dengan laju tinggi, dimana hal ini dapat menyebabkan terjadi kabut dengan udara tercemar. Pabrik industri dapat menghasilkan puluhan ton emisi setiap hari menjadi angka teramat menakutkan untuk kelangsungan hidup manusia.


Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat jumlah pabrik industri di Indonesia sebanyak 32.209 dengan dua kategori yang itu sedang dan besar. Hal ini menggambarkan bahwa proses industri dengan emisi yang dihasilkan harus mendapat perhatian besar bagi seluruh elemen masyarakat utamanya pemerintah dalam segi pengawasan produksi industri tersebut. Industri ramah lingkungan harusnya mekanisme wajib yang harus diterapkan oleh semua pabrik industri namun salah satu penelitian mengatakan bahwa jumlah pabrik industri di Indonesia dalam kategori ramah lingkungan cuma sekedar lebih kurang 30 unit. Ini menandai bahwa masih ada komunikasi atau komitmen dalam menangani pencemaran udara ini kurang maksimal.


Kementerian lingkungan hidup telah menetapkan standar kesehatan udara melalui Peraturan Menteri lingkungan hidup no 45 tahun 1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) belum cukup menghilangkan kekhawatiran melihat jumlah emisi yang disumbangkan oleh banyak pabrik industri di Indonesia. Olehnya langkah baru atau langkah intensif haruslah dirancang secara berkelanjutan untuk menangani hal tersebut sebab baru-baru ini bloomberg.com telah mempublikasikan hasil penelitian yang menyatakan Indonesia berada di urutan kedelapan dengan udara mematikan.


Dalam hal ini pengelolaan terpada menjadi salah satu pilihan tepat dalam menangani pencemaran udara ini secara ini continue. Pengelolaan terpadu adalah melaksanakan atau memecahkan berbagai persoalan yang ada dengan melibatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia serta peran kelembagaan politik, sosial budaya, ekonomi dalam pengambilan keputusan. Melihat polusi udara susah di kendalikan pemerintah tentunya peran dari segala unsur masyarakat menjadi perlu dalam hal ini.

Mekanisme pengelolaan terpadu menjadi ruang atau wadah untuk mengakomodasi hal itu sehingga kolaborasi tercipta untuk menangani hal ini utamanya masyarakat Indonesia kebanyakan abai terhadap hal ini sebab kurangnya informasi dan edukasi yang di berikan kepada mereka, efeknya kedisiplinan masyarakat Indonesia relatif menurun untuk kesadaran akan bahaya aktivitas yang menimbulkan banyak polusi tersebut.


Peran kelembagaan politik dan pemerintahan dapat lebih proaktif mengawasi penerapan pabrik industri ramah lingkungan yang harus bisa menjadi SOP dengan sangksi berat apabila tidak diterapkan melihat dampaknya kedepan. Edukasi publik disajikan dalam bentuk kultural budaya sehingga melahirkan kebudayaan baru dalam merawat bumi adalah sistem yang perlu di terapkan dalam menangani hal ini, sebab kedisiplinan dan rasa ingin memiliki warga Indonesia menjadi penyebab meningkat jumlah kendaraan pribadi yang ada, makan penting adanya pendekatan sosial budaya tanpa aturan yang mengekang warga Indonesia yang rewel. Pengelolaan terpadu ini pun akan menjadi alternatif akomodir dalam merangkum semua elemen yang harus berperan dalam menangani persoalan lingkungan ini dimana dampaknya bisa mengancam hidup kedepan bagi umat manusia.

Penulis : Yusran

Bagikan di
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *