JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target swasembada garam pada 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan produksi, pemanfaatan teknologi, serta pembangunan rantai pasok garam yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas produksi garam nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap garam impor. Penguatan sektor hulu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam yang dihasilkan petambak maupun pelaku usaha garam.
Selain peningkatan produksi, KKP mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi garam agar lebih efisien dan mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang sesuai kebutuhan pasar dan industri. Pengembangan rantai pasok dari hulu hingga hilir juga menjadi perhatian.
Integrasi tersebut diperlukan agar hasil produksi garam dapat terserap dengan baik, memiliki nilai tambah, serta mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor pengguna.
Melalui strategi tersebut, KKP menargetkan ekosistem industri garam nasional semakin kuat dan berdaya saing. Kolaborasi antara pemerintah, petambak garam, pelaku usaha, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam mencapai target swasembada garam pada 2027.
Swasembada garam diharapkan tidak hanya meningkatkan kemandirian pangan dan industri, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir yang menggantungkan penghidupannya pada produksi garam.
