El Nino Kini Ancam 32.000 Hektare Lahan Pertanian

Jakarta – Ancaman serius El Nino dan kekeringan mulai berdampak terhadap sejumlah lahan pertanian di Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru yang diterima Kementerian Pertanian (Kementan), sekitar 32.000 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, data tersebut merupakan laporan terbaru yang diterima pemerintah hingga saat ini.

“Laporan terakhir kami terima, itu paling terakhir ya, itu 32.000-an (hektare),” ujar Amran pada awak media di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Menurut Amran, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap produksi pangan nasional. Upaya tersebut telah dilakukan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Sudah diantisipasi sejak awal. Kan kita sudah ada irigasi, pompanisasi, embung, kemudian ada benih tahan kekeringan, cetak sawah, hingga optimalisasi rawa,” ucapnya. 

Berbagai program tersebut, disebut Amran, merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman kekeringan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Ia menilai dampak kekeringan saat ini masih dapat dikendalikan. 

Kondisi tersebut didukung oleh ketersediaan stok pangan nasional yang menurutnya masih berada pada level aman. “Alhamdulillah hasilnya hari ini stok kita masih ada 5 juta ton,” pungkas Amran. 

Pemerintah juga terus memperkuat sistem irigasi dan pompanisasi dengan mengoptimalkan sumber-sumber air yang tersedia. Selain itu, penyediaan benih yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan menjadi salah satu langkah untuk menjaga produktivitas lahan pertanian.

Related Article  Anggaran Jumbo Kementan-Bapanas Untuk Makan Siang Gratis Prabowo