KLHK-Danone Dorong Pemudik Kurangi Sampah Plastik

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan akan ada sampah sebanyak 49.520 ton yang dihasilkan dari sekitar 123,8 juta pemudik lebaran tahun 2023. Timbunan sampah tersebut berasal dari sisa makanan, sampah plastik kemasan makanan dan minuman yang ada pada tiap titik pemberhentian ataupun di sepanjang jalur mudik. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong agar barang-barang sekali pakai seperti plastik maupun styrofoam dikurangi di masa mudik Lebaran 2023. Hal itu bertujuan untuk meminimalisasi timbunan sampah di daerah. Sejak 2016, kampanye minim sampah sudah terus dilakukan. Indonesia berkomitmen untuk menetapkan target pengurangan sebesar 30 persen dan penanganan sampah dengan benar sebesar 70 persen dari total timbulan sampah pada 2025.

Besar harapan kesadaran masyarakat akan potensi sampah dimasa mudik meningkat. Prediksi sampah di masa mudik 2023 meningkat, tapi kesiapan pemerintah daerah dan teman-teman di pengelola terminal, pelabuhan, bandara, rest area itu lebih siap dan masyarakatnya juga menjadi lebih meningkat.

Mengomentari itu, Danone Indonesia menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen menanggulangi sampah lewat kampanye Mudik Bijak Sampah. Ini diklaim merupakan komitmen menjaga lingkungan dengan konsisten terlibat aktif dalam menanggulangi permasalahan sampah plastik di Indonesia. Sebagai bagian dari budaya masyarakat, khususnya saat perayaan hari raya Idul Fitri, Danone melihat mudik menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas pentingnya mengurangi dan mengelola sampah plastik. Danone mencoba edukasi para pemudik, agar dapat membawa kesadaran dan kebiasaan baik untuk mengelola sampah ke kampung halamannya. Selain itu, melalui kegiatan ini, kami berharap mendukung nasional dan pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik saat tingginya aktivitas perjalanan masyarakat saat mudik.

Kampanye ini juga menjadi bagian dari komitmen pihaknya dalam mendukung praktik ekonomi sirkular dalam penanganan sampah plastik. Gerakan ini memiliki tiga fokus utama yaitu pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi kepada konsumen dan masyarakat, serta inovasi kemasan produk. Setelah meletakkan botol plastik dalam kotak pengumpulan, para pemudik dapat mengunggah foto aksi mereka di media sosial untuk mendapatkan ganjaran yang menarik

Related Article  Ancaman Sampah Plastik Laut Sangat Membahayakan