Celoteh Anak Petani

Celoteh Anak Petani

Aku terlahir sebagai anak petani.
Didarah ku mengalir darah yang 
haus akan cinta dan tanggung jawab.

Aku tidak pernah memilih dan keberatan
tumbuh dan dilahirkan dari rahim ibu istri seorang petani.
Yang setiap harinya berteman dengan cangkul 
dan traktor dikala musimnya tiba.

Ada banyak kisah dan pelajaran dari cinta pertama ku.
Yaa.. 
dari ayah ku, sosok petani.

Darinya kudapati ketulusan disetiap langkahnya.
Memberi kehidupan dan menghidupkan
Menjadi tanggung jawab yang harus dipikul 
dipundaknya yang hampir keropos dimakan usia.

Keringat bercucuran menambah keyakinan ku
Dia lelaki yang penuh tanggung jawab
Penuh atas hidup ku dan kehidupan banyak orang.

Dari banyaknya wejangan
Dialah sebaik-baiknya nasehat setelah 
syair lembut ratu ku.

Katanya..
Ayah tidak pernah mendidikmu menjadi seseorang hebat
dan disegani banyak orang,
sehingga kesombongan dalam diri mu 
menjadikan mu manusia berhati batu.

Ayah hanya meminta mu hidup sederhana
Sesederhana padi yang memberi kehidupan
dan menghidupkan banyak orang.

Nasehat yang sama terucap lembut dari ratu ku

Ibupun hanya meminta hidup mu seperti padi
Yang semakin berisi semakin menunduk
Agar keangkuhan tidak tumbuh 
bersama dalam diri mu

Aku bangga terlahir ditengah syurga
Yang mengerti hidup dan kehidupan.
Aku bangga aliran darah ku
Mengalir darah raja dan ratu ku.



Mukrima
29 maret 2021
Pangkep



Bagikan Artikel Ini
Related Article  Penyebab Kesenjangan Petani Indonesia

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

bagian ini berisi iklan adsense: