Kementan Kejar Target Swasembada Kedelai

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada kedelai pada tahun-tahun mendatang, usai status swasembada beras dapat dicapai pada awal tahun ini.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Yudi Sastro menyampaikan bahwa upaya mencapai target swasembada kedelai dimulai pada tahun ini dengan pengembangan 73.000 hektare lahan kedelai. “Jadi kita ini bertahap. Swasembada beras, jagung, lalu masuk kedelai. Kemudian nanti pangan yang lain,” kata Yudi saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). Menurutnya, luas pengembangan lahan tersebut mencakup piloting alias percontohan di berbagai daerah. Apabila nantinya pola pengembangan itu berhasil, maka pengembangan lahan kedelai akan ditingkatkan pada tahun berikutnya.

Namun demikian, Yudi mengakui terdapat banyak permasalahan dalam tata kelola komoditas kedelai, sehingga menjadi tantangan pencapaian swasembada. Tantangan pertama menyangkut varietas kedelai. Dia menilai perlu adanya varietas unggul yang dapat mengerek naik angka produksi, sehingga kebutuhan kedelai nasional yang berkisar 2,7 juta ton dapat terpenuhi.

“Jadi kedelai itu kan bukan tanaman tropis ya, tetapi subtropis. Produktivitasnya walaupun secara genetik ada yang sudah sampai 3 ton, kenyataan di lapangan kan baru 1 ton–1,5 ton,” jelasnya. Yudi lantas menyampaikan bahwa luas lahan kedelai menjadi tantangan berikutnya.

Oleh karena itu, program pengembangan lahan akan menyasar sentra produksi kedelai seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Lampung. Dengan asumsi satu hektare lahan baru dapat menghasilkan 1,5 ton hingga 2 ton kedelai, maka pihaknya optimistis angka impor lambat laun akan menyusut. “Target kita dengan 73.000 hektare itu, misalnya bisa 1,5 ton sampai 2 ton per hektare, tinggal dikalikan. Sehingga nanti importasi kita turun pelan-pelan. Enggak bisa serta-merta,” ujar Yudi.

Related Article  Impor Kedelai dipastikan Sudah Menurun